Berita Terkini: Bos Lippo Tersangkut Kasus Suap Bupati Bekasi

Berita terkini hari ini KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) telah menangkap Billy Sindoro, Direktur Operasional Lippo Group) pada 15 Oktober 2018 malam. Bos Lippo tersebut ditangkap setelah resmi diumumkan sebagai tersangka. Hal itu dibenarkan oleh Febri Diansyah, Juru Bicara KPK. Febri mengatakan bahwa penyidik KPK menangkap Billy di rumahnya.

Pernah Tersangkut Kasus Suap

Billy pun langsung menjalani pemeriksaan setelah sampai di Gedung KPK. Sebelumnya, eksekutif Lippo Group tersebut juga pernah berurusan dengan KPK terkait kasus penyuapan pada tahun 2008 silam. Saat itu, Billy ditangkap bersama M.Iqbal di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat atas tuduhan penyuapan dengan barang bukti uang Rp 500 juta yang diletakkan di tas hitam. Pemberian uang tersebut berkaitan dengan perkara yang dilaporkan oleh PT Indosat Mega Media, MNC Sky Network, dan Indonesia Tele Media pada KPPU bulan September 2007.

Pihak tersebut melaporkan bahwa PT Direct Vision dan Astro TV melakukan monopoli siaran Liga Inggris. Saat itu, Billy diganjar hukuman 3 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta subsider 3 bulan pada tahun 2009. Saat itu, Majelis Hakim memutuskan Billy terbukti melakukan tindak pidana berupa penyuapan pada M.Iqbal. Putusan majelis hakim tersebut lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum yang menghendaki Billy dihukum selama 4 tahun dengan denda Rp 250 juta.

Hakim memberikan vonis yang lebih ringan karena Billy bersikap sopan selama persidangan, masih muda, sudah berkeluarga, dan dianggap masih dapat berubah. Sedangkan hal yang memberatkan saat itu adalah Billy tidak memberi keterangan dalam persidangan.

Tersangkut Kasus Suap Lagi

Dalam berita terkini hari ini Billy menjadi tersangka karena dugaan penyuapan terhadap Neneng Hassanah Yasin, Bupati Bekasi dan beberapa kepala dinas di Bekasi. KPK juga telah menetapkan 3 orang tersangka lainnya dalam kasus suap tersebut di antaranya adalah Fitra Djaja Purnama dan Taryudi, konsultan Lippo Group. Satu tersangka lainnya yang berkaitan dengan kasus ini adalah Henry Jasmen, pegawai Lippo Group.

Billy diduga memberi suap untuk proyek perijinan pembangunan Meikarta yang ada di Cikarang, Bekasi. Neneng sebagai bupati dan beberapa kepala dinas diduga telah dijanjikan uang sebesar Rp 13 milyar dari pihak pengembang Lippo Group. Menurut KPK, berita terkini sampai saat ini baru terjadi penyerahan uang Rp 7 miliar.

Billy dan 3 orang tersangka lainnya akan dikenakan pasal 5 Ayat 1a atau Pasal 5 ayat 1b atau Pasal 13 UU No. 31 Th 1999 yang telah diubah ke UU No. 20 Th 2001 mengenai pemberantasan tindak pidana korupsi. Laode Muhammad Syarif, Wakil Ketua KPK mengatakan bahwa KPK sudah menyelidiki kasus ini sejak 1 tahun terakhir. Pihak KPK menunggu  sampai teridentifikasi bahwa sudah terjadi transaksi suap antara pihak pengembang dengan pejabat di Pemerintah Kabupaten Bekasi. Berdasarkan berita terkini hari ini, Billy sudah resmi ditahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *